"ARTIKEL ku kenangan ku"
6 sahabat pelaku pendidikan berperan sebagai siswa di salah satu SMP paling bontot kota ini.
Epin selaku pemeran utama dalam cerita ini tingkahnya kerapkali membuat decak tawa sahabat lainnya.
Gentho, galih, agung teko, soni, lalu sodan merupakan teman dalam bagian hidup epin. Kepada merekalah bayu mendapatkan cerita rangkaian kekonyolan sikap epin. Bayu, pengumpul artikel-artikel cerita yang rajin. Seakan berurutan layaknya sebuah tabel data, dia menyimpan dalam memori otak. Dan kesempatan pagi hari ini adalah waktu yang tepat membuka sedikit kotak memorinya.
Epin kurus dia punya bodi, gak keren juga dia punya face. Tapi soal "confidenza" upz.... Wuih.... Jangan tanya, kepercayaan dirinya melampaui kata "posesif". Ya cowo harusnya gitu dong, kekurangan sama dengan kelebihan. Kelebihan sama dengan kekonyolan. Pagi hari selasa yang cerah burung berkicau mengiri derap langkah para pelaku pencari ilmu pencerah. Pencerah kehidupan.
6 sahabat ini punya jadwal rutin berangkat bareng menuju sekolah mengendarai 2 kaki alias jalan. Biasa kumpul di rumah soni base camp di pagi hari. Dapat dikatakan di sini rumah soni adalah muara pertemuan dari 3 penjuru. Penjuru utara galih dan gentho. Penjuru selatan epin dan sodan. Penjuru pusat agung teko dan soni adalah jenis omnifora di habitat ini. Wow... Mereka telah berkumpul, menunggu soni yang super lelet. Tiap hari seperti raja minta ditungguin tapi gak nyadar harusnya cepetan bergegas siap tinggal berangkat. Malah temen pada udah kumpul di rumahnya dia masih asik dengan sabun, sikat juga pasta gigi. Belum lagi bila semalam soni mimpi upz (sensor ahh). Harus tambahan ada acara keramas butuh waktu lagi. "dasar lelet". Sering selentingan itu kerapkali muncul dari 5 sahabat soni. Jenuh mulai menghinggapi epin dan menyeretnya pada lubang kekesalan. Hebatnya rasa tersebut bisa epin tahan selama waktu belakangan sebelum pagi ini. Tampaknya habis sudah kesabaran mungkin juga terasa oleh kawan lain. Otak epin bekerja, psikopat konyol tingkat akut stadium 113 kumat. Gawat dong?? Penulis cuma tenang!!
Epin masuk ke dalam rumah soni. Dalam gerutu dan sikap kesal tengok kanan mencari ide. Tengok kiri mencari bahan untuk melaksanakan idenya. Rumah soni di pagi hari selalu sepi. Soni hanya sendiri. Saudara lain juga ortu sibuk sama aktivitas masing-masing. Kembali pada epin van kasar yang kini sudah mendapatkan gunting di tangan. Apa yang ingin dia lakukan???
Hari ini kelas soni ada jadwal mata pelajaran olah raga. Dalam hal ini soni kebanggaan gurunya. Maklum dia juga pemain bola tingkat kampung. Jadi pastinya ada kebanggaan tersendiri, dengan seabrek gelar. Mulai dari gelar bek terbaik juga juara satu tingkat RW. Piagam juga piala serta fotonya terpajang kok di ruang tamu. Kembali pada epin kini telah keluar dari rumah soni. Sahabat lainnya pada bertanya saat mendapati epin van kasar memegang gunting dan celana pendek seragam olah raga punya soni. Dengan tenang epin mulai pertunjukan.
"ssttt" jari telunjuk itu dipamerkan pada bibirnya yang manyun. "ben kapok, dienteni gak rumangsa". Epin menggunting celana olah raga soni. "krek krek krek krek" begitu lah suara gunting melintasi bagian tengah celana pendek yang entah warna apa (penulis buta warna). Yang jelas hanya hitungan detik rampungkan benak gilanya. Lalu santai saja bersikap seperti film james bönd tanpa reaksi berlebihan, epin dalam sikap. Dengan tenang membuang korban ke tempat sampah. Seperti tak terjadi apa epin masuk ke rumah kembalikan gunting. Teman lain malah tertawa tak mampu mencegah epin van kasar yang konyol psikopat dan puas dalam kelakar tawa. Epin terbahak seusai menjalankan aksinya. Eksekusi pagi ini hasilkan tawa yang indah. Epin puas, sukses dengan proyek pelampiasan rasa kesal terhadap soni. Terus bagaimana nasib olah raga soni??? Jawabnya telah hancur di tangan epin van kasar.
Epin selaku pemeran utama dalam cerita ini tingkahnya kerapkali membuat decak tawa sahabat lainnya.
Gentho, galih, agung teko, soni, lalu sodan merupakan teman dalam bagian hidup epin. Kepada merekalah bayu mendapatkan cerita rangkaian kekonyolan sikap epin. Bayu, pengumpul artikel-artikel cerita yang rajin. Seakan berurutan layaknya sebuah tabel data, dia menyimpan dalam memori otak. Dan kesempatan pagi hari ini adalah waktu yang tepat membuka sedikit kotak memorinya.
Epin kurus dia punya bodi, gak keren juga dia punya face. Tapi soal "confidenza" upz.... Wuih.... Jangan tanya, kepercayaan dirinya melampaui kata "posesif". Ya cowo harusnya gitu dong, kekurangan sama dengan kelebihan. Kelebihan sama dengan kekonyolan. Pagi hari selasa yang cerah burung berkicau mengiri derap langkah para pelaku pencari ilmu pencerah. Pencerah kehidupan.
6 sahabat ini punya jadwal rutin berangkat bareng menuju sekolah mengendarai 2 kaki alias jalan. Biasa kumpul di rumah soni base camp di pagi hari. Dapat dikatakan di sini rumah soni adalah muara pertemuan dari 3 penjuru. Penjuru utara galih dan gentho. Penjuru selatan epin dan sodan. Penjuru pusat agung teko dan soni adalah jenis omnifora di habitat ini. Wow... Mereka telah berkumpul, menunggu soni yang super lelet. Tiap hari seperti raja minta ditungguin tapi gak nyadar harusnya cepetan bergegas siap tinggal berangkat. Malah temen pada udah kumpul di rumahnya dia masih asik dengan sabun, sikat juga pasta gigi. Belum lagi bila semalam soni mimpi upz (sensor ahh). Harus tambahan ada acara keramas butuh waktu lagi. "dasar lelet". Sering selentingan itu kerapkali muncul dari 5 sahabat soni. Jenuh mulai menghinggapi epin dan menyeretnya pada lubang kekesalan. Hebatnya rasa tersebut bisa epin tahan selama waktu belakangan sebelum pagi ini. Tampaknya habis sudah kesabaran mungkin juga terasa oleh kawan lain. Otak epin bekerja, psikopat konyol tingkat akut stadium 113 kumat. Gawat dong?? Penulis cuma tenang!!
Epin masuk ke dalam rumah soni. Dalam gerutu dan sikap kesal tengok kanan mencari ide. Tengok kiri mencari bahan untuk melaksanakan idenya. Rumah soni di pagi hari selalu sepi. Soni hanya sendiri. Saudara lain juga ortu sibuk sama aktivitas masing-masing. Kembali pada epin van kasar yang kini sudah mendapatkan gunting di tangan. Apa yang ingin dia lakukan???
Hari ini kelas soni ada jadwal mata pelajaran olah raga. Dalam hal ini soni kebanggaan gurunya. Maklum dia juga pemain bola tingkat kampung. Jadi pastinya ada kebanggaan tersendiri, dengan seabrek gelar. Mulai dari gelar bek terbaik juga juara satu tingkat RW. Piagam juga piala serta fotonya terpajang kok di ruang tamu. Kembali pada epin kini telah keluar dari rumah soni. Sahabat lainnya pada bertanya saat mendapati epin van kasar memegang gunting dan celana pendek seragam olah raga punya soni. Dengan tenang epin mulai pertunjukan.
"ssttt" jari telunjuk itu dipamerkan pada bibirnya yang manyun. "ben kapok, dienteni gak rumangsa". Epin menggunting celana olah raga soni. "krek krek krek krek" begitu lah suara gunting melintasi bagian tengah celana pendek yang entah warna apa (penulis buta warna). Yang jelas hanya hitungan detik rampungkan benak gilanya. Lalu santai saja bersikap seperti film james bönd tanpa reaksi berlebihan, epin dalam sikap. Dengan tenang membuang korban ke tempat sampah. Seperti tak terjadi apa epin masuk ke rumah kembalikan gunting. Teman lain malah tertawa tak mampu mencegah epin van kasar yang konyol psikopat dan puas dalam kelakar tawa. Epin terbahak seusai menjalankan aksinya. Eksekusi pagi ini hasilkan tawa yang indah. Epin puas, sukses dengan proyek pelampiasan rasa kesal terhadap soni. Terus bagaimana nasib olah raga soni??? Jawabnya telah hancur di tangan epin van kasar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar