Terkadang atau bahkan sering kita mempersulit hidup kita sendiri. Melakukan kesalahan di masa lampau, merugikan diri sendiri dan orang lain. Sering kita takut mengambil keputusan, walau kadang keputusan itu sangatlah benar. Atau tidak jarang pula kita terlalu berani dalam bersikap (berjudi / gambling) atau apalah. But everything`s pasti ada hikmahnya. Berguru pada setiap sejarah hidup tak ada salahnya bukan?? Tentu sebagai acuan kita untuk lebih bersikap bijak. Ini bukan sekedar ungkapan menilik sebuah sejarah namun lebih daripada itu. Dengan kita belajar dari sejarah hidup kita, sejarah hidup orang lain. Semoga saja kita mampu melihat masa mendatang sebagai arah yang lebih baik.
Oke, setiap orang pastinya punya masa lalu yang kemungkinan besar juga tidak terlalu terang benderang, bahkan suram. Tapi coba kita sedikit untuk menuangkan sedikit saja waktu dalam hidup kita. Untuk sejenak merenung dan berpikir tentang diri dan potensi dalam pikiran dan jiwa kita. Setiap orang punya potensi yang hebat untuk berusaha dan berubah dalam hidupnya. Tak peduli siapapun kita, seberapa banyak kuasa dan harta kita, kita punya potensi untuk berubah. Karena itu anugerah dari TUHAN yang paling luar biasa untuk manusia. Sekali lagi bukan harta dan kuasa yang mampu membuat hidup kita bahagia. Lalu apakah kuncinya????
Hidup itu simpel dan cukup easy kalau kita tahu caranya. Tak butuh harta yang berlimpah untuk meraih itu semua. Cukup dengan niat dan usaha yang keras kita dapatkan kesimpelan dalam hidup itu sendiri. Coba kita renungkan 4 hal dalam hidup agar kunci tentang kesimpelan itu tetap kita raih dan senantiasa kita mampu mempertahankan.
1. Kita (diri kita sendiri) berlaku baik pada diri kita sendiri adalah kunci pokok agar kita bahagia (relatif harta bukan patokan). Selama kita mampu menempatkan diri kita pola hidup yang selayaknya.
2. Keluarga, berlakulah baik dan seadil-adilnya pada setiap anggota keluarga kita. Kita harus menganggap bahwa setiap anggota keluarga adalah orang-orang yang terkasih, tanpa terkecuali. Dengan begitu kita telah berusaha menempatkan diri kita sebagai orang yang layak mendapatkan kasih dan cinta dari keluarga kita.
3. Lingkungan, berlaku baik pada lingkungan sekitar tempat kita tinggal serta lingkungan di mana kita singgah. Kalau kita orang yang punya potensi kreatif dalam diri, salurkan pada lingkungan sekitar. Agar apa yang kita pelajari dalam hidup tidaklah percuma. Hanya orang-orang kreatif dan peduli yang akan menyelamatkan lingkungan dan negaranya. Dengan kita berlaku baik pada lingkungan, tidak mustahil semua orang yang ada di sekitar kita akan memperlakukan kita secara baik.
4. Ini adalah paling puncak dalam tingkah laku setiap manusia, berlaku baik pada TUHAN. Tanpa harus dengan data-data yang sangat detail tentu kita tahu bahwa seberapa besar, TUHAN telah memperlakukan manusia dengan kelimpahan kebaikan. Kita diberikan oleh-NYA sebuah bentuk paling sempurna dibanding mahkluk ciptaan TUHAN yang lain. Kita mampu berpikir dari hal termudah hingga tersulit sekalipun. Ketika kita melihat burung bisa terbang, pada akhirnya ada sebagian dari manusia mampu membuat sebuah pesawat terbang. Saat manusia berada pada tempat terpisah yang sangat jauh dari orang-orang terkasih, ada pula dari sebagian mahkluk bernama manusia mampu menciptakan alat penghubung jarak jauh mulai dari telepon, hinnga ponsel beraplikasi canggih. Serta tak ketinggalan media komputer jadi sarana kita ber relationship dengan pihak lain. Bukankah itu semua membutuhkan sebuah pikiran yang cukup baik. Dan pada akhirnya kitapun menyadari dari mana asal anugerah pikiran itu datang. Bukankah itu dari TUHAN. Kurang apa coba kita sebagai manusia?????
Jadi itulah kunci hidup bahagia menurut pikiran dan gagasan dari hasil proses saya belajar. Sekali lagi janganlah kita merasa hidup itu rumit, hidup itu simpel jika 4 hal tersebut di atas terpenuhi. Bila ada masukan dan kritikan yang saya sangat mengharapkan itu semua. Karena saya ingin hidup saya "SIMPEL"