Gegap gempita suara suara keagungan tak terhalang oleh apapun...
Dapat kunikmati kukhidmad dengan segenap perasaan yang ada....
Ternyata aku akhirnya tersadar............
Dosa adalah garis hidup ku ini......
Khilaf merupakan waktu yang selama ini merentahkan setiap pundi hidupku.....
Akupun sadar bahkan akupun tahu terlalu mengkilap rumah-MU......
Terlalu teduh keagungan kerajaan-MU.......
Kupaksa kupatutkan diriku melenggang.........
Di keadaan hati yang bimbang.......
Sementara sekumpulan herbivora berjenis mamalia.....
Berkaki empat lengkap dengan seragam bulu tebal itu.....
Di sudut pelataran rumah-MU..............
Berpagar bambu di atas tembok setengah badan itu.....
Menunggu setia untuk sebuah kehadiran waktu......
Waktu ketika pada akhirnya jiwa mereka terlepas sebagai persembahan untuk pelataran surga........
Masih suara suara kebesaran-MU membasuh malam membelai hati untuk senantiasa agar tidak mati.......
Hanya sekedar aku mengintip peradaban pada ritual tahunan ini....
Kiranya cukup menyadarkan aku tentang baluran dosa dan khilaf......
Di sepanjang usia nafas ini...................
Terakhir aku hanya bisa berucap.....
"Maafkan aku TUHAN hanya ini lah yang bisa aku korbankan"
"Maafkan aku TUHAN hanya ini lah yang bisa aku korbankan"
"Bukan herbivora ataupun jenis mamalia lainnya"
"Cuma ungkapan keagungan dan kebesaran-MU"
"Dan aku sungguh, sungguh-sungguh tak bisa membuat suatu penyangkalan"
"Pada ke-ESAAN kasih-MU dan sayang-MU...................."
Met Idul Adha.......................
ALLAHU AKBAR.........
ALLAHU AKBAR........
ALLAHU AKBAR........
Dapat kunikmati kukhidmad dengan segenap perasaan yang ada....
Ternyata aku akhirnya tersadar............
Dosa adalah garis hidup ku ini......
Khilaf merupakan waktu yang selama ini merentahkan setiap pundi hidupku.....
Akupun sadar bahkan akupun tahu terlalu mengkilap rumah-MU......
Terlalu teduh keagungan kerajaan-MU.......
Kupaksa kupatutkan diriku melenggang.........
Di keadaan hati yang bimbang.......
Sementara sekumpulan herbivora berjenis mamalia.....
Berkaki empat lengkap dengan seragam bulu tebal itu.....
Di sudut pelataran rumah-MU..............
Berpagar bambu di atas tembok setengah badan itu.....
Menunggu setia untuk sebuah kehadiran waktu......
Waktu ketika pada akhirnya jiwa mereka terlepas sebagai persembahan untuk pelataran surga........
Masih suara suara kebesaran-MU membasuh malam membelai hati untuk senantiasa agar tidak mati.......
Hanya sekedar aku mengintip peradaban pada ritual tahunan ini....
Kiranya cukup menyadarkan aku tentang baluran dosa dan khilaf......
Di sepanjang usia nafas ini...................
Terakhir aku hanya bisa berucap.....
"Maafkan aku TUHAN hanya ini lah yang bisa aku korbankan"
"Maafkan aku TUHAN hanya ini lah yang bisa aku korbankan"
"Bukan herbivora ataupun jenis mamalia lainnya"
"Cuma ungkapan keagungan dan kebesaran-MU"
"Dan aku sungguh, sungguh-sungguh tak bisa membuat suatu penyangkalan"
"Pada ke-ESAAN kasih-MU dan sayang-MU...................."
Met Idul Adha.......................
ALLAHU AKBAR.........
ALLAHU AKBAR........
ALLAHU AKBAR........
Tidak ada komentar:
Posting Komentar